arthemismusic.com

TEruslah Berlari

Dibalik pergunjingan antara beberapa kalangan yang mengharamkan mengucapkan selamat natal. Partai Solidaritas Indonesia atau PSI justru menginstruksikan semua kadernya untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat nasrani. Semua kader menerima isyarat ini, termasuk yang muslim diminta melakukan isyarat ini.

Saya instruksikan kepada seluruh anggota, kader, pengurus dan Caleg PSI yang beragama muslim biar mengucapkan selamat Natal dan bersilaturahim kepada kawan-kawan beragama Katolik dari partai manapun dan dari pendukung capres siapapun. Jadikan Natal sebagai momentum mempererat ikatan solidaritas kebangsaan kita yang nampaknya mulai tercabik-cabik,” ucap Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis dikutip dariĀ Detik.

Raja Juli Antoni juga menyampaikan beberapa point yang coba dijabarkan. Menurut pengetahuannya mengucapkan selamat Natal menjadi urusan dari interaksi sosial. Sehingga beliau pun menyampaikan mengucapkan selamat Natal tidak mempunyai kaitan dengan ibadah. Menariknya dari beberapa poin yang diungkapkan PSI, point terakhir yang berbicara soal mengucapkan natal diambil dari referensi pemikiran MUI tahun 1981 ketika diketuai Prof Dr. Buya Hamka.

Berikut pernyataan lengkap PSI soal isyarat mengucapkan selamat Natal:

PSI Instruksikan Kader Ucapkan Natal, Semoga Momentum Natal Eratkan Solidaritas Kebangsaan

1. Atas nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saya mengucapkan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Semoga spirit Natal membawa tenang di Indonesia.

2. Saya instruksikan kepada seluruh anggota, kader, pengurus dan caleg PSI yang beragama muslim biar mengucapkan selamat Natal dan bersilaturahim kepada kawan-kawan beragama Katolik dari partai manapun dan dari pendukung capres siapapun. Jadikan Natal sebagai momentum mempererat ikatan solidaritas kebangsaan kita yang nampaknya mulai tercabik-cabik.

3. Sapanjang pengetahuan dalam memahami Islam, mengucapkan Natal merupakan bab dari “mu’amalat” (urusan interaksi sosial) bukan bab dari “‘ibadah” (ritual) sehingga mestinya muslim tidak ada halangan teologis untuk mengucapkan natal.

4. Bila merujuk kepada pemikiran MUI di tahun 1981yang ketika itu diketuai oleh Prof Dr Buya Hamka mengenai Natal, maka yang dihentikan yakni mengikuti perayaan atau misa Natal, bukan mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani.

Salam Solidaritas

Raja Antoni

Sekjen PSI